Rabu, 29 Februari 2012

maaf


“Angin telah menghapus serpihan hidupku. Mengubah semua yang ada dalam diriku. Menghapus segala memori tentang dirimu. Yang telah membuat hatiku kelabu..”


Pandangan mata itu. Membuat mataku terpaku dan terus memandang kearahmu. Tak sengaja. Sungguh tak sengaja! Aku tak bermaksud untuk menatapmu. Aku sudah mencoba untuk menghindari tatapan mata itu. Dengan menjaga hijab, hingga aku mematenkan jilbab dan benar benar menjaga batasan batasan antara ikhwan dan akhwat.

Kau memanggilku. Dan aku tak sempat untuk menghindari tatapanmu. Dan sejak itulah kau sering mengontakku. Pesan singkat yang isinya “bagaimana kabar mu?” sering sekali masuk ke handphone ku.

Kau bukan anak Rohis. Aku tak mungkin menyalahkanmu, atau murabbi yang biasa mementor anak rohis Ikhwan. Aku tahu, kau belum mengerti betul arti hijab. Kau belum mengetahui persis apa pentingnya menahan pandangan. Kau bahkan belum mengerti apa sebabnya aku tiba-tiba menjauh.

Aku bingung! Aku benar-benar bingung! Hingga akhirnya aku putuskan untuk tak lagi membalas seluruh pesan singkat yang kau kirim. Dan aku menutup diriku hingga aku hampir tak dapat lagi melihat rupa mu.

Oke! Memang! Aku akui. Aku pernah mengagumimu.
Kau tahu? Bagaimana rasanya menjadi seorang akhwat? Seorang akhwat sepertiku memang mudah terbawa perasaan. Sulit untuk menghindari itu. Dan itulah yang membuat kami istimewa. Kau menulis kata itu, dan perasaanku mendadak lain. Sepertinya perasaan fitrah itu muncul dalam jiwaku. Kau tahu rasanya? Andai kau tahu bimbangnya aku saat itu.

Aku memutuskan untuk lebih menutup diriku dari semua hal tentangmu. Aku takut kalau aku tak dapat menghentikan rasa itu. Aku tak ingin menjadi seorang Akhwat yang terlumpuhkan cinta. aku tak ingin itu terjadi pada diriku ini!


Afwan. Karna aku pernah mencintaimu. Afwan karna kau pernah ada dalam pikiranku. Afwan karna aku pernah mengagumimu. Afwan. Afwan Akhi..

Sungguh, ini semua bukan keinginanku. Afwan. Sekarang aku kan coba untuk tak lagi memikirkanmu. Afwan karna aku penah menyukaimu! Afwan Akhi!!

2 komentar: