Bila
belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dengan diam.
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya.. Ingatkah kalian tentang kisah
Fatimah dan Ali? Keduanya saling memendam rasa itu, tapi akhirnya mereka
dipertemukan dalam ikatan suci & indah..
Ada rahasia terdalam dihati Ali
bin Abi Thalib yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fatimah Az-Zahra, karib
kecilnya, putri tersayang sang Nabi itu, sungguh mempesonanya. Kesantunannya,
ibadahnya, kecekatan kerjanya, dan kemuliaan akhlaknya.
Ali tak tahu, apakah rasa itu
bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari Fatimah dilamar
si fulan lelaki terkemuka dari kaum muhajirin. “Allah mengujiku rupanya,”
begitu batin Ali, dia hanyalah seorang pemuda miskin. “Aku mengutamakan si
Fulan atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku.” Lamaran
si fulan ditolak oleh pasul SAW, dan Ali terus menjaga semangatnya untuk
mempersiapkan diri.
Ah, ujian itu rupanya belum
berakhir. Banyak lelaki dari anshar dan muhajirin yang melamar Fatimah (menurut
riwayat, termasuk juga Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Utsman). Bagaimanakah
perasaan Ali? Dia pasrah, karena memang dia mengutamakan kebahagiaan Fatimah
diatas cintanya. Hingga suatu hari, datanglah abu bakar untuk menyampaikan pada
Ali perihal Fatimah. Berlinanglah mata Ali, ia menjawab, “Hai Abu Bakar, kau
telah membuat hatiku goncang yang semulanya tenang. Kau telah mengingatkan
sesuatu yang sudah kulupakan. Demi Allah, aku memang menghendaki Fatimah,
tetapi yang menjadi penghalang satu-satunya bagiku ialah karena aku tidak
mempunyai apa-apa.”
Namun akhirnya Abu Bakar berhasil
mendorong keberanian Ali untuk melamar putri rasulullah itu. Datanglah ali
kepada Rasulullah untuk menyampaikan maksudnya. Rasulullah berkata, “Hai Ali
nampaknya kau mempunyai satu keperluan. Katakanlah apa yang ada dalam
pikiranmu. Apa saja yang kau perlukan akan kau dapatkan dariku!” Ali pun
menyampaikan maksud kedatangannya untuk menghitbah Fatimah Az-Zahra binti
Muhammad. Berseri-serilah wajah rasulullah, sambil tersenyum beliau berkata
kepada Ali, “apakah engkau mempunyai suatu bekal maskawin?” “demi Allah,” jawab
Ali dengan terus terang, “Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi,
sebilah pedang, dan seekor unta.” Rasul menjawab, “tentang pedangmu itu, engkau
tetap membutuhkannya untuk melanjutkan perjuangan di jalan Allah, dan untamu
pasti juga akan kamu butuhkan, aku puas menerima baju besi itu dari tanganmu
sebagai mas kawin. Sebab, Allah telah menikahkan kalian dilangit, sebelum aku
menikahkan kalian dibumi!” (riwayat dari ummu salamah).
Dalam suatu riwayat dikisahkan
bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fatimah berkata kepada Ali, “maafkan
aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali jatuh cinta kepada
seorang pemuda.” Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau
menikah denganku? Dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata,
“ya, pemuda itu adalah dirimu”
Ternyata memang dari dulu Fatimah
sudah mempunyai perasaan yang sama dengan Ali dan menunggu Ali untuk
melamarnya. Begitu pula dengan Ali, dari dulu ia juga sudah mempunyai perasaan
kepada Fatimah. Tapi mereka berdua menyembunyikan perasaan itu sampai saatnya
tiba, sampai saatnya ijab qabul disahkan. Subhanallah, kisah yang begitu
rahasia sampai setan pun tak mengetahuinya. Cinta yang diridhai Allah pasti
berujung indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar