Rabu, 29 Februari 2012

cukup cintai dalam diam.

lagi-lagi cuma bisa copas.. :) semoga bermanfaat! :)


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dengan diam. Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya.. Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali? Keduanya saling memendam rasa itu, tapi akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci & indah..
Ada rahasia terdalam dihati Ali bin Abi Thalib yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fatimah Az-Zahra, karib kecilnya, putri tersayang sang Nabi itu, sungguh mempesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, dan kemuliaan akhlaknya.
Ali tak tahu, apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari Fatimah dilamar si fulan lelaki terkemuka dari kaum muhajirin. “Allah mengujiku rupanya,” begitu batin Ali, dia hanyalah seorang pemuda miskin. “Aku mengutamakan si Fulan atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku.” Lamaran si fulan ditolak oleh pasul SAW, dan Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.
Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Banyak lelaki dari anshar dan muhajirin yang melamar Fatimah (menurut riwayat, termasuk juga Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Utsman). Bagaimanakah perasaan Ali? Dia pasrah, karena memang dia mengutamakan kebahagiaan Fatimah diatas cintanya. Hingga suatu hari, datanglah abu bakar untuk menyampaikan pada Ali perihal Fatimah. Berlinanglah mata Ali, ia menjawab, “Hai Abu Bakar, kau telah membuat hatiku goncang yang semulanya tenang. Kau telah mengingatkan sesuatu yang sudah kulupakan. Demi Allah, aku memang menghendaki Fatimah, tetapi yang menjadi penghalang satu-satunya bagiku ialah karena aku tidak mempunyai apa-apa.”
Namun akhirnya Abu Bakar berhasil mendorong keberanian Ali untuk melamar putri rasulullah itu. Datanglah ali kepada Rasulullah untuk menyampaikan maksudnya. Rasulullah berkata, “Hai Ali nampaknya kau mempunyai satu keperluan. Katakanlah apa yang ada dalam pikiranmu. Apa saja yang kau perlukan akan kau dapatkan dariku!” Ali pun menyampaikan maksud kedatangannya untuk menghitbah Fatimah Az-Zahra binti Muhammad. Berseri-serilah wajah rasulullah, sambil tersenyum beliau berkata kepada Ali, “apakah engkau mempunyai suatu bekal maskawin?” “demi Allah,” jawab Ali dengan terus terang, “Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi, sebilah pedang, dan seekor unta.” Rasul menjawab, “tentang pedangmu itu, engkau tetap membutuhkannya untuk melanjutkan perjuangan di jalan Allah, dan untamu pasti juga akan kamu butuhkan, aku puas menerima baju besi itu dari tanganmu sebagai mas kawin. Sebab, Allah telah menikahkan kalian dilangit, sebelum aku menikahkan kalian dibumi!” (riwayat dari ummu salamah).
Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fatimah berkata kepada Ali, “maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali jatuh cinta kepada seorang pemuda.” Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “ya, pemuda itu adalah dirimu”
Ternyata memang dari dulu Fatimah sudah mempunyai perasaan yang sama dengan Ali dan menunggu Ali untuk melamarnya. Begitu pula dengan Ali, dari dulu ia juga sudah mempunyai perasaan kepada Fatimah. Tapi mereka berdua menyembunyikan perasaan itu sampai saatnya tiba, sampai saatnya ijab qabul disahkan. Subhanallah, kisah yang begitu rahasia sampai setan pun tak mengetahuinya. Cinta yang diridhai Allah pasti berujung indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar