Rabu, 29 Februari 2012

persaudaraan islam


            Hai temen-temen, sekarang kita mau membahas tentang Ukhwwah. Nah, mulai dari pengertiannya dulu ya… Ukhwwah islamiah adalah sebuah jalinan persaudaraan yang tumbuh karena iman yang kuat kepada Allah. Boleh dikatakan juga, inilah bentuk hubungan sesama manusia yang paling hakiki, karena tidak dilandasi oleh sesuatu yang nisbi.
            Nah.. Sekarang kita mau membahas tentang tingkatan-tingkatan ukhwwah. Dari sini, teman-teman semua bisa mengukur, telah sampai mana ukhwwah diantara teman-teman semua.
Yang pertama, ta’aruf. Ada pepatah yang mengatakan, tak kenal, maka ta’aruf. Hehe..J ta’aruf adalah tahap saling mengenal. Jadi, ketika kita mempunyai sahabat, atau soulmate dan lebih tepatnya saudara, maka harus tahu luar dalamnya saudara kita itu. Maksud luar disini jangan diartikan yang aneh-aneh ya, misalnya berapa jumlah keriput yang ada diwajahnya, atau jantungnya berdetak berapa kali sedetik, dan sebagainya. Akan tetapi lebih kearah penampilan, sifat, pemikiran, ciri fisik, dan kejiwaan (maksudnya karakter, bukan sakit jiwa). Jadi, jangan hanya tahu sebatas nama, kelas, dan nomor hp saja. But more than that. Ok!
Kelanjutan dari ta’aruf adalah tafahum. Tafahum adalah tahap saling memahami. Contohnya nih.. bayangkan saja kalau kita sedang sedih, tiba-tiba ada sms masuk yang isinya “lagi banyak masalah ya? Sabar ya.. inallaha ma’a shabirin..” kayaknya hati ini terangkat berkilo-kilo ke angkasa.. atau mungkin ketika kita ingin curhat, saudara kita muncul, dan bersedia dengan ikhlas untuk mendengarkan curhatan kita. Bahkan ketika dia tidak memberikan solusi juga, kita sudah senang dan nyaman. Ngerti kan??
Selanjutnya ta’liful. Ta’liful adalah tahap perpaduan. Bisa perpaduan hati, pemikiran, dan kerja. Dengan ta’liful, jiwa raga kita terasa bersatu, dan selalu merasakan apa yang saudara kita sedang alami. Atau adanya getaran yang sama dalam hati kita, ketika merasakan dan menilai sesuatu. Biasanya ini dapat terjadi saat ada hubungan yang intens antar saudara.
Setelah itu ada ta’awun. Ta’awun adalah tahap saling tolong menolong. Seorang muslim haruslah dapat bersosialisasi ditengah masyarakat yang majemuk. Jauhkan diri dari sifat egois dan individualis. Allah berfirman dalam surat al-maidah ayat 2 yang berisi pentingnya tolong-menolong.
Setelah ta’awun, ada yang disebut dengan takaful. Takaful adalah rasa senasib dan sepenanggungan. Jika hal tersebut bisa dirasakam dan diaplikasikan, maka ukhwwah teman-teman juga dapat terjalin dengan benar. Teman-teman udah ada yang sampai ke tahap takaful belum? Kalau ada yang sudah, tinggal setahap lagi, menuju kepuncak ukhwwah islamiah lho!
Yang terakhir dan yang paling tinggi ialah itsar. Itsar adalah mementingkan keperluan temannya sebelum kepentingan dirinya sendiri. Untuk tingkat ini, memang tidak mudah. Soalnya kalau masih punya sikap egois gak akan pernah mencapai tingkat ini. Bahkan dengan orang terdekat kita sekalipun lho!!
Bayangkan kalau semua orang dinegri ini sudah mencapai tahapan itsar. Pasti dunia ini aman dan tentram, dan tak ada lagi koruptor. Yang ada hanya orang shaleh, dan Allah saja yang menjadi orientasi bagi mereka. Ditambah dengan kesabaran dan keimanan yang kuat pasti ukhwwah akan semakin indah! Maka yakinlah dengan pertolongan Allah, karena hanya Allah yang bisa memberikan pertolongan kepada kita. Maka, yakinlah dengan persaudaraan yang akan terjalin, karena ukhwwah akan terukir disana.
            Nah.. teman-teman udah tahu kan, tingkatan-tingkatan ukhwwah? Aku punya tips nih untuk memperkokoh ukhwwah diantara temen-temen semua..
Yang pertama memberitahukan kecintaan kita kepada orang yang kita cintai. Aku pernah diajarkan oleh mentorku, bukan menyampaikan saya cinta kamu kepada lawan jenis karena nafsu ya.. tapi memberitahukan kecintaan yang berdasarkan Allah. Aku sering memberitahukan kecintaanku kepada temen-temen mentoringku dengan mengucapkan “ukhibukifillah” artinya saya mencintaimu karena Allah.
Yang kedua ialah mohon didoakan bila berpisah. “tidaklah seorang hamba mukmin berdoa untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata, dan bagimu juga seperti itu” maksudnya seorang dapat dikatakan mendoakan saudaranya sendiri, bila saudaranya juga mendoakannya.
Yang ketiganya menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa. Hadist riwayat muslim menganjurkan untuk tersenyum dan menunjukan kegembiraan saat berjumpa dengan orang yang kita sayangi. Karena kita tak ingin membuanya sedih dan ikut terbebani oleh pikiran kita. Ya.. walaupun ada tafahum. Tapi, tidak baik lho membuat orang bersedih.
Yang keempat adalah berjabat tangan bila berjumpa. “tidak ada dua orang mukmin yang berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah”
Selanjutnya sering bersilaturahmi. Dengan sering bersilaturahmi, secara otomatis ukhwwah akan semakin erat, karena sering berjumpa dan mengunjungi satu sama lain.
Setelah itu memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu. Misalnya saat dia milad, dan sebagainya. Karena memberi hadiah itu juga dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hari.
Yang ketujuh memerhatikan saudaranya dan membantu keperluannya. Ada hadist yang mengatakan bahwa siapa saja orang yang memerhatikan dan membantu saudaranya didunia, pasti Allah akan mengurangi bebannya diakhirat kelak.
Yang terakhir mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan. “barang siapa mengucapkan selamat kepada saudaranya ketika saudaranya mendapatkan kebahagiaan, niscaya Allah menggembirakannya pada hari pembalasan” subhanallah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar