Hai temen-temen, sekarang kita mau
membahas tentang Ukhwwah. Nah, mulai dari pengertiannya dulu ya… Ukhwwah
islamiah adalah sebuah jalinan persaudaraan yang tumbuh karena iman yang kuat kepada
Allah. Boleh dikatakan juga, inilah bentuk hubungan sesama manusia yang paling
hakiki, karena tidak dilandasi oleh sesuatu yang nisbi.
Nah.. Sekarang kita mau membahas
tentang tingkatan-tingkatan ukhwwah. Dari sini, teman-teman semua bisa
mengukur, telah sampai mana ukhwwah diantara teman-teman semua.
Yang
pertama, ta’aruf. Ada pepatah yang
mengatakan, tak kenal, maka ta’aruf. Hehe..J ta’aruf adalah tahap saling mengenal. Jadi, ketika
kita mempunyai sahabat, atau soulmate dan lebih tepatnya saudara, maka harus
tahu luar dalamnya saudara kita itu. Maksud luar disini jangan diartikan yang
aneh-aneh ya, misalnya berapa jumlah keriput yang ada diwajahnya, atau
jantungnya berdetak berapa kali sedetik, dan sebagainya. Akan tetapi lebih
kearah penampilan, sifat, pemikiran, ciri fisik, dan kejiwaan (maksudnya
karakter, bukan sakit jiwa). Jadi, jangan hanya tahu sebatas nama, kelas, dan
nomor hp saja. But more than that. Ok!
Kelanjutan
dari ta’aruf adalah tafahum. Tafahum
adalah tahap saling memahami. Contohnya nih.. bayangkan saja kalau kita sedang
sedih, tiba-tiba ada sms masuk yang isinya “lagi banyak masalah ya? Sabar ya..
inallaha ma’a shabirin..” kayaknya hati ini terangkat berkilo-kilo ke angkasa..
atau mungkin ketika kita ingin curhat, saudara kita muncul, dan bersedia dengan
ikhlas untuk mendengarkan curhatan kita. Bahkan ketika dia tidak memberikan
solusi juga, kita sudah senang dan nyaman. Ngerti kan??
Selanjutnya
ta’liful. Ta’liful adalah tahap
perpaduan. Bisa perpaduan hati, pemikiran, dan kerja. Dengan ta’liful, jiwa
raga kita terasa bersatu, dan selalu merasakan apa yang saudara kita sedang
alami. Atau adanya getaran yang sama dalam hati kita, ketika merasakan dan
menilai sesuatu. Biasanya ini dapat terjadi saat ada hubungan yang intens antar
saudara.
Setelah
itu ada ta’awun. Ta’awun adalah
tahap saling tolong menolong. Seorang muslim haruslah dapat bersosialisasi
ditengah masyarakat yang majemuk. Jauhkan diri dari sifat egois dan
individualis. Allah berfirman dalam surat al-maidah ayat 2 yang berisi
pentingnya tolong-menolong.
Setelah
ta’awun, ada yang disebut dengan takaful.
Takaful adalah rasa senasib dan sepenanggungan. Jika hal tersebut bisa
dirasakam dan diaplikasikan, maka ukhwwah teman-teman juga dapat terjalin
dengan benar. Teman-teman udah ada yang sampai ke tahap takaful belum? Kalau
ada yang sudah, tinggal setahap lagi, menuju kepuncak ukhwwah islamiah lho!
Yang
terakhir dan yang paling tinggi ialah itsar.
Itsar adalah mementingkan keperluan temannya sebelum kepentingan dirinya
sendiri. Untuk tingkat ini, memang tidak mudah. Soalnya kalau masih punya sikap
egois gak akan pernah mencapai tingkat ini. Bahkan dengan orang terdekat kita
sekalipun lho!!
Bayangkan
kalau semua orang dinegri ini sudah mencapai tahapan itsar. Pasti dunia ini
aman dan tentram, dan tak ada lagi koruptor. Yang ada hanya orang shaleh, dan
Allah saja yang menjadi orientasi bagi mereka. Ditambah dengan kesabaran dan
keimanan yang kuat pasti ukhwwah akan semakin indah! Maka yakinlah dengan
pertolongan Allah, karena hanya Allah yang bisa memberikan pertolongan kepada
kita. Maka, yakinlah dengan persaudaraan yang akan terjalin, karena ukhwwah
akan terukir disana.
Nah.. teman-teman udah tahu kan,
tingkatan-tingkatan ukhwwah? Aku punya tips nih untuk memperkokoh ukhwwah
diantara temen-temen semua..
Yang
pertama memberitahukan kecintaan kita
kepada orang yang kita cintai. Aku pernah diajarkan oleh mentorku, bukan
menyampaikan saya cinta kamu kepada lawan jenis karena nafsu ya.. tapi
memberitahukan kecintaan yang berdasarkan Allah. Aku sering memberitahukan
kecintaanku kepada temen-temen mentoringku dengan mengucapkan “ukhibukifillah”
artinya saya mencintaimu karena Allah.
Yang
kedua ialah mohon didoakan bila berpisah.
“tidaklah seorang hamba mukmin berdoa untuk saudaranya dari kejauhan melainkan
malaikat berkata, dan bagimu juga seperti itu” maksudnya seorang dapat
dikatakan mendoakan saudaranya sendiri, bila saudaranya juga mendoakannya.
Yang
ketiganya menunjukkan kegembiraan dan
senyuman bila berjumpa. Hadist riwayat muslim menganjurkan untuk tersenyum
dan menunjukan kegembiraan saat berjumpa dengan orang yang kita sayangi. Karena
kita tak ingin membuanya sedih dan ikut terbebani oleh pikiran kita. Ya..
walaupun ada tafahum. Tapi, tidak baik lho membuat orang bersedih.
Yang
keempat adalah berjabat tangan bila
berjumpa. “tidak ada dua orang mukmin yang berjabat tangan melainkan
keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah”
Selanjutnya
sering bersilaturahmi. Dengan sering
bersilaturahmi, secara otomatis ukhwwah akan semakin erat, karena sering
berjumpa dan mengunjungi satu sama lain.
Setelah
itu memberikan hadiah pada waktu-waktu
tertentu. Misalnya saat dia milad, dan sebagainya. Karena memberi hadiah
itu juga dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hari.
Yang
ketujuh memerhatikan saudaranya dan
membantu keperluannya. Ada
hadist yang mengatakan bahwa siapa saja orang yang memerhatikan dan membantu
saudaranya didunia, pasti Allah akan mengurangi bebannya diakhirat kelak.
Yang
terakhir mengucapkan selamat berkenaan
dengan saat-saat keberhasilan.
“barang siapa mengucapkan selamat kepada saudaranya ketika saudaranya
mendapatkan kebahagiaan, niscaya Allah menggembirakannya pada hari pembalasan”
subhanallah..